STAIN Gajah Putih Hadir Merespon Minat Menghafal Al-Qur'an Di Kalangan Remaja

TAKENGON (IAT-STAINGPA) – Akhir-akhir ini, pengamalan beragama masyarakat semakin meningkat. Di beberapa daerah, masjid sudah mulai ramai. Semangat menjalankan syariat seperti menutup aurat juga sudah massif dilakukan oleh masyarakat. Hal lain yang juga cukup membanggakan kita umat Islam saat ini adalah munculnya beberapa lembaga tahsin dan tahfiz al-Qur’an.

Terkait minat masyarakat dalam berinterakasi dengan al-Qur’an ini, STAIN Gajah Putih Takengon telah meresponnya melalui tiga hal. Pertama, melalui perkuliahan pada program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kedua, dengan program kegiatan tahsin, tahfiz al-Qur’an dan qur’anic club yang dikelola oleh Laboratorium Agama Islam. Ketiga, melalui pemberian beasiswa khusus bagi para penghafal al-Qur’an. Hal itu disampaikan Irhas, Koordinator Prodi IAT, dalam dialog Radio Republik Indonesia pada Kamis (18/10/2018) malam di Takengon. Dalam dialog bertajuk “Membangkitkan Minat Remaja Dalam Menghafal Al-Qur’an” itu Irhas juga menyampaikan di prodi IAT tahsin, tahfiz dan tafsir itu terwadahi dalam mata kuliah yang tersebar setiap semesternya.

Dalam pengantar dialog program "Dai Menjawab" di RRI tersebut Irhas menyampaikan pentingnya menjaga al-Qur'an dengan cara menghafalnya. Betul ada jaminan Allah terkait terpeliharanya al-Qur'an. Tapi siapa di antara kita yang bisa menjamin di Aceh Tengah ini al-Qur'an tetap terpelihara. Siapa yang berani menjamin di masyarakat kita al-Qur'an akan tetap ada dan diamalkan. Oleh karena itu, harus ada upaya kita menjaga dan memelihara al-Qur'an, minimal dalam diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita.

Di antara upaya memelihara al-Qur'an adalah dengan menghafalnya. Prodi IAT yang konsen dalam ilmu al-Qur'an dan Tafsir hadir dalam rangka memelihara dan melestarikan al-Qur'an. "Tidak hanya menghafal, di Prodi IAT kita belajar memahami al-Qur'an untuk selanjutnya dapat kita amalkan. Sehingga interaksi kita dengan al-Qur'an tidak hanya sebatas membaca saja. Lebih dari itu interaksi dengan al-Qur'an harus bermuara kepada menjadikan al-Qur'an sebagai pedoman hidup untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari". Demikian disampaikan Irhas. (Prodi IAT)

Lainnya :